Pernahkah kita berpikir…
Setiap hari kita membaca Al-Qur’an.
Setiap hari lisan kita melafalkan ayat-ayat Allah.
Namun, apakah kita sudah yakin bahwa bacaan kita sudah benar?
Mungkin selama ini kita merasa,
“Yang penting saya sudah membaca Al-Qur’an.”
Itu adalah sesuatu yang sangat baik.
Tetapi bukankah akan jauh lebih indah jika bacaan yang kita cintai itu juga kita perbaiki?
Di sinilah tahsin Al-Qur’an menjadi penting.
Tahsin bukan hanya untuk mereka yang ingin menjadi ustaz atau qari.
Tahsin bukan hanya untuk orang yang sudah lancar membaca Al-Qur’an.
Tahsin adalah untuk kita semua.
Untuk yang masih terbata-bata.
Untuk yang sudah lancar tetapi masih sering salah panjang-pendeknya.
Untuk yang masih bingung membedakan makhraj huruf.
Untuk yang sering ragu ketika membaca huruf tertentu.
Bahkan untuk kita yang merasa, “Saya sudah bisa membaca Al-Qur’an.”
Karena semakin kita belajar, semakin kita sadar…
Ternyata masih banyak yang perlu diperbaiki.
Jangan menunggu sampai merasa pintar untuk belajar tahsin.
Justru karena kita merasa masih banyak kekurangan, maka kita belajar.
Jangan malu karena bacaan kita belum sempurna.
Yang seharusnya kita khawatirkan adalah ketika kita mengetahui bacaan kita masih salah, tetapi tidak mau memperbaikinya.
Bayangkan…
Setiap huruf yang kita baca adalah pahala.
Lalu bagaimana jika kita belajar memperbaiki setiap huruf itu?
Bagaimana jika “ق” yang selama ini belum tepat, akhirnya kita tahu cara mengucapkannya?
Bagaimana jika panjang-pendek yang selama ini sering keliru, akhirnya kita pahami?
Bagaimana jika bacaan kita yang dulu penuh keraguan, perlahan menjadi lebih lancar, lebih tenang, dan lebih percaya diri?
Bukankah itu sebuah perjalanan yang sangat indah?
Belajar tahsin memang membutuhkan waktu.
Mungkin tidak langsung sempurna dalam satu hari.
Mungkin kita akan salah berkali-kali.
Mungkin kita akan mengulang satu ayat berkali-kali.
Tetapi jangan menyerah.
Karena setiap kali kita memperbaiki satu huruf, kita sedang memperbaiki bacaan Al-Qur’an kita.
Setiap kali kita mengulang satu ayat, kita sedang mendekatkan diri kepada Allah.
Dan setiap langkah kecil dalam belajar Al-Qur’an adalah langkah yang sangat berharga.
Tidak ada kata terlambat untuk belajar tahsin.
Mau usia 20 tahun?
Belajar.
Usia 40 tahun?
Belajar.
Usia 50, 60, bahkan lebih?
Tetap belajar.
Jangan pernah berkata,
“Saya sudah tua, malu kalau baru belajar.”
Tidak.
Justru mungkin inilah waktu terbaik untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an.
Kita tidak tahu berapa lama lagi Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk membaca kitab-Nya.
Maka selagi masih diberikan kesempatan…
Mari perbaiki bacaan kita.
Tidak perlu menunggu Ramadan.
Tidak perlu menunggu tahun depan.
Tidak perlu menunggu sampai punya banyak waktu.
Mulailah dari sekarang.
Ambil Al-Qur’an.
Cari guru yang bisa membimbing.
Pelajari makhrajnya.
Pelajari sifat hurufnya.
Pelajari hukum tajwidnya.
Dan yang paling penting…
praktikkan.
Karena tahsin bukan sekadar membaca teori.
Tahsin adalah latihan.
Dibaca.
Diperbaiki.
Diulang.
Sampai lidah kita terbiasa membaca dengan benar.
Mungkin hari ini bacaan kita belum sempurna.
Tidak apa-apa.
Yang penting hari ini kita mau memperbaikinya.
Karena Al-Qur’an terlalu mulia untuk kita baca dengan seadanya, sementara kita sebenarnya masih diberi kesempatan untuk belajar.
Mari kita mulai perjalanan itu.
Bukan untuk mendapatkan pujian manusia.
Bukan agar dianggap paling pintar membaca Al-Qur’an.
Tetapi karena kita ingin memberikan yang terbaik ketika membaca kalam Allah.
Mari belajar tahsin Al-Qur’an.
Pelan-pelan.
Setahap demi setahap.
Satu huruf demi satu huruf.
Satu ayat demi satu ayat.
Sampai akhirnya kita bisa berkata:
“Ya Allah, aku mungkin belum sempurna dalam membaca Al-Qur’an, tetapi aku terus berusaha memperbaikinya karena aku mencintai kitab-Mu.”
Jangan tunggu nanti.
Jangan tunggu sempurna.
Mulailah belajar tahsin hari ini.
Karena bisa jadi, satu langkah kecil kita hari ini menjadi salah satu langkah terbesar dalam perjalanan kita menuju Al-Qur’an.